Kota Bandung kini dikenal dengan kota kuliner. Sudah dapat dipastikan, setiap sudut jalanan kota Bandung selalu dipenuhi dengan para penjual beraneka makanan. Baik rumah makan berbintang lima sampai dengan kaki lima. Namun, tanpa disadari kota Bandung pun menyimpan banyak cerita dibalik hal tersebut.
Salah satunya terdapat jalan Braga. Dimana tengah maraknya cullinery night dikota ini terdapat hal yang baru terjadi setelah pemimpin baru kota Bandung mengeluarkan kebijakannya mengenai Zona Merah. Dimana tidak bolehnya terjadi proses jual-beli didaerah bertandakan zona merah. Selain itu, Walikota Bandung, Ridwan Kamil pun mengambil keputusan untuk mengurangi para pengemis yang berkeliaran dengan enaknya.
Saat berjalan menyusuri jalanan Braga yang padat pada pertengahan bulan Maret 2014 Lalu. Tidak sengaja terlihat tangan yang menjulurkan mangkuk plastik dari gang kecil disamping restoran Wendy’s Braga City Walk. Saat melewatinya, terlihat sangat jelas pengemis dewasa yang tengah meminta-minta.Saat dilihat, ternyata disamping pengemis tersebut ada seorang anak kecil yang tengah tertidur lelap diatas sehelai kardus bekas.
Ternyata, pada saat itu banyak pengemis yang tengah berkeliaran didaerah tersebut. Terdengar seorang pengunjung terlihat sangat resah dengan keadaan menjamurnya para pengemis.
“Loh, kok ada yang kaya gini? Emang boleh?” ucap seorang pengunjung.
Hal ini cukup membuat pengunjung resah, karena tak jarang ada yang memaksa untuk diberikan uang. Tak sengaja seorang pengemis sempat terambil hambarnya oleh kamera pengunjung. Diluar dugaan, reaksi pengemis tersebut cukup membuat tersontak.
“Heh! Kamu! Kamu!” panggil pengemis dengan nada kesal.
“Heh! Sini! Nanaonan maneh?”
Pengunjung tersebut masih tetap berjalan lurus tanpa menghiraukan panggilan pengemis perempuan tersebut. Tiba-tiba pengemis tersebut menggampiri pengunjung tersebut dari belakang dengan penuh emosi.
“Heh! Maneh tadi moto?” ujarnya dengan nanda sunda kasar.
“Tidak teh.”
“Bohong maneh. Ayalah pasti. Bohong maneh.”
“Engga teh, lihat ini galerinya tidak ada foto teteh.” Pengunjung tersebut mempelihatkan galeri dikameranya guna meyakinkan pengemis tersebut.
“Awasnya maneh mun aya nanaon!”
Dari caranya berbicara, jelas terlihat pengemis tersebut ketakutan akan terjadi sesuatu. Mungkin dia takut pengunjung tersebut akan melapor kepada pihak yang berwajib. Namun, tidak jauh dari kejadian tersebut terdapat seorang polisi yang tengah berjaga yang mungkin saja melihat kejadian tersebut. Akan tetapin ternyata polisi itu masih saja sibulk berbincang dengan rekannya.
Kembali terlihat kurang terkondisikannyanya acara yang besar yang sudah berjalan cukup lama. Acara yang seharusnya memberi rasa aman dan nyaman justru terdapat hal yang tidak diduga.
ADS HERE !!!