Tren batu akik yang tengah merabah akhir-akhir ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh para orang dewasa. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya anak kecil yang ikut membicarakan berbagai macam jenis batu. Diantara anak kecil tersebut, ada Soni (12), Fauzi (11), dan Ikram (11) saat ditemui disekolahnya didaerah cicadas. Pelajar kelas 6 Sekolah Dasar (SD) ini berjualan berbagai macam jenis batu akik didaerah Antapani. Mereka berjualan pada awalnya diajak oleh teman bermain untuk sekedar iseng-iseng menambah uang jajan.
"Awalnya iseng diajak temen, ternyata dapet uangnya alhamdulillah banyak buat bantu mama", ujar Soni.
Dengan malu-malu Soni menerangkan untuk mendapatkan batu akik, ia harus pergi ke Garut untuk mengambilnya dan hanya bemodalkan uang Rp. 100.000 untuk bekal jajan dan ongkos. Untuk batunya sendiri Soni mendapatkannya secara cuma-cuma.
Menurut Fauzi, batu yang paling banyak terjual adalah batu berjenis bacan
"Batu bacan lebih banyak yang beli, soalnya banyak yang bilang batunya bagus"
Mereka terkadang menjualnya juga dilingkungan sekolah sambil sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui oleh gurunya.
"Cincin alinya mah saya bawa, tapi pernah ketahuan guru, disuruh disimpan saja ditas, katanya seperti dukun", tambah Ikram.
Keuntungan yang mereka dapatkan selama kurang lebih dua bulan berjualan sekitar Rp. 900.000. Uang tersebut mereka simpan untuk keperluan sekolah agar tidak terlalu menyusahkan orangtuanya. Mereka pun menambahkan, uang tersebut untuk persiapan mereka memasuki Sekolah Menengah Pertama (SMP)
ADS HERE !!!